Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".
(QS. Asy-Syu'ara: 28)
Aku tidak mau meminta hal besar dalam hidup ini. Aku hanya ingin hidup sederhana; mengabdi, meneliti dan menkaji pengetahuan.
Aku ingin hidup bahagia. Aku ingin membangun rumah kecil untuk Aku tinggali bersama istri. Rumah itu harus berisi buku-buku dari berbagai disiplin ilmu terutama buku filsafat dan buku keislaman. Sepanjang hari Aku ingin membaca di dalamnya. Di ruangan baca, Aku akan menyiapkan meja dan sofa empuk biar ketika duduk terasa nyaman.
Idealnya sebuah ruang baca, seperti kesukaanku, harus menghadap ke jendela. Karenanya Aku ingin ruangan ini di lantai atas sehingga ketika Mentari pagi terbit sinarnya mewarnai dinding-dinding buku. Aku juga ingin ruangan itu dilengkapi sebuah komputer, LCD berwarna hitam yang diletakan di atas meja sederhana terbuat dari kayu Jati berwarna cokelat.
Aku ingin mengecat dinding ruang baca itu putih, dan lantai berwarna cokelat. Posisi meja ada di tengah sedang di atasnya ada lampu gantung putih. Saat membaca atau menulis, biasanya, Aku suka minum, karenanya Aku akan sediakan secangkir teh atau cappucino. Minuman itu harus tersaji dalam sebuah cangkir cantik berwana putih. Dari dulu Aku selalu menyukai cangkir putih, entah mengapa?
Di saat lelah membaca Aku senang mendengarkan tembang-tembang klasik. Musik yang tak bosan Aku putar tentu lagu-lagu Jhon Lennon (The Beatles), sedang musik-musik sayahdu Aku lebih suka musik Country Jhon Denver.
Rumah tidak perlu lebar sehingga memakan tempat. Rumah sederhana: satu kamar tidur, satu kamar tamu, satu kamar mandi utama, satu kamar mandi tamu, satu dapur, satu ruang tengah, satu ruang perpus yang agak besar dan luas, satu ruang menulis seperti saya gambarkan di atas, halaman depan tak harus lebar; sederhana saja, rumah berpagar besi, taman dihiasai bunga, satu taman di dalam rumah letaknya di samping kanan/kiri, rumah lantai dua, khusus lantai atas untuk membaca.
Aku tidak mau melibatkan pembantu untuk membereskan rumah. Rumah sederhana bagiku harus dikerjakan sendiri mulai dari perawatan, kebersihan dan memperbaiki yang rusak. Aku bisa melakukan itu semua. Tiap pagi dan sore secara rutin Aku akan sapu dan bersihkan taman, kemudian seminggu sekali Aku check semua isi rumah.
Aku ingin membaca sepanjang waktu. Aku ingin otakku tidak kosong sebab mimbulkan bahaya, berpikir aneh-aneh. Bagiku otak harus selalu digunakan berpikir secara ketat. Waktu istirahat hanya untuk sholat, makan, dan urusan ke hamam (kamar kecil). Aku harus fokus membaca selama-lamanya. Aku takut mati tak membawa ilmu.[]

1 comments:
bagus
lanjutkan ....!!!
Post a Comment