Pages

Tuesday, March 3, 2015

Beralih


Ketika menginjak tahun ketiga di pondok minat baca bocah itu beralih ke buku-buku keislaman atau wacana keislaman. Ada hal baru dari wacana Islam modern yang menurutnya berbeda dengan pengajaran Islam yang selama ini diterima sejak kecil.

Dulu pengajaran Islam diterima sebagai "indoktrinisasi" sedangkan wacana modern sekarang lebih banyak mengajaknya berpikir. Jika ditakar dengan wawasannya sekarang, hal itu mirip yang disebut dalam filsafat sebagai prinsip penalaran cukup (principle sufficient reason).

Awal mula tertarik isu keislaman modern bermula sejak membaca karya-karya Cendekiawan Muslim alm. Nurcholish Madjid (Cak Nur). Buku-buku Alwi Shihab, Quraysh Shihab, dan Azzumardi Azra. Baginya juga karya-karya Gus Dur menarik untuk dibaca karena membuka wawasannya lebih luas, mengajaknya "berani" untuk berpikir.

Namun menurut bocah itu tidak ada gairah membara saat membaca di masa ia di pondok kecuali saat bersentuhan buku-buku Cak Nur. Hampir pada tahun-tahun terakhirnya di pondok ia sudah membaca semua karya Cak Nur.

Memang tidak mudah mendapat buku-buku Cak Nur di pondok. Bocah itu harus ke Jogjakarta untuk belanja buku Cak Nur di Sosial Agency Jogjakarta (kini pindah di sebelah Taman Pintar). Ia meminta uang saku ke Jogja dari ibunya sebagai timbal balik raihan prestasi teladan yang didapatnya di pesantren.

Apa yang bocah itu  dapat dari membaca karya Cak Nur adalah keinginan yang tinggi untuk mendalami Islamic Studies dan Filsafat Islam. Cak Nur telah membuka wawasan keislaman dengan visi kemodernan yang menurut bocah itu tiada duanya di negeri ini.

Dari karangan-karangan Cak Nur yang seringkali mengutip referensi-referensi Islam klasik membuat bocah itu ingin mengakses langsung teks orisinilnya, hal inilah yang turut melatari dirinya di kemudian hari melanjutkan studi S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Akhirnya gayung bersambut, bocah itu bersama teman-teman seangkatannya dari pondok berangkat ke Kairo dan memilih fakultas Ushuluddin jurusan Akidah-Filsafat sebagai tempat belajar.

0 comments: