Jika ditanya apa bidang bacaan yang disukai si bocah kurus itu? Sampai detik ini minatnya cenderung di Islamic Philosophy, Western philosophy, Islamic Studies, Isu-isu keislaman modern juga digemarinya, dan apapun berkaitan dengan Arabic Literature pasti ia suka.
Sastra juga sangat digemari bocah itu, ia suka membaca novel terutama karya penulis Turkey, Orhan Pamuk.
Ketika di pesantren, bocah itu melalui fase-fase membaca berjenjang. Pada awalnya ia membaca karya sastra yang diawali dengan buku-buku Khalil Gibran, lalu merambah ke karya ilmiah dengan berbagai konsentrasi seperti sejarah Islam, filsafat, isu keislaman, Islam kontemporer dan lain sebagainya.
Beberapa tema buku ilmiah yang ia baca di pondok adalah: Pertama tentang sejarah Islam, sejarah perkembangan Islam dari masa Rasulullah, Khalifah Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, sampai Turki Ottoman. Di antara buku paling tebal tentang sejarah Islam yang pernah dibacanya dulu adalah karya Ira Lapidus berjudul Sejarah Sosial Islam dalam dua jilid tebal.
Tahap selanjutnya bocah itu mulai tertarik pada dasar-dasar filsafat. Ia juga mulai merambah minat lebih dalam dengan membaca buku-buku teologi: tentang ketuhanan. Bocah itu masih ingat bagaimana dulu ia membaca karya Karen Armstrong: Sejarah Tuhan. Itu buku tebal melebihi kamus bahasa Inggris Jonhn M. Echols miliknya.
Pastinya bocah itu tidak akan lupa bahwa ia membeli buku Sejarah Tuhan seharga 95.000. Dan tercatat itu adalah buku termahal yang pernah ia beli ketika masih menjadi santri, karenanya setelah itu ia terpaksa harus menghemat uang jajan.
Kegemarannya tentang teologi dan filsafat membuatnya sedikit "ceroboh". Saking awamnya apapun judul buku tentang Tuhan pasti ia beli: seperti buku berjudul Tuhan Tidak Bermain Dadu, padahal setelah dibacanya buku itu membahas hukum fisika. Tidak semua judul merepresentasikan isi buku. Karenanya benar istilah don’t judge book by its cover.
Namun apapun itu, pengalamannya ketika gemar membaca buku ketuhanan tetaplah karya Karen Armstrong paling favorit di matanya. Setelah membaca Sejarah Tuhan, bocah itu tertarik sekali dengan buku-buku Karen Armstrong lainnya seperti: Berperang Demi Tuhan, Perang Suci, Budha dan lain sebagainya.

0 comments:
Post a Comment