Pages

Sunday, March 24, 2024

Puasa I

Telah banyak keterangan yang menjelaskan keutamaan puasa, di antaranya, puasa menjadi bagian penting dalam keimanan seseorang kepada Allah SWT. Keimanan yang kuat mebutuhkan kesabaran dan puasa adalah tempat untuk melatih kesabaran.

Nabi Muhammad SAW mengatakan puasa adalah separuh dari sabar. Nabi, juga, di dalam hadist lain, mengatakan sabar adalah separuh dari iman sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Zumar ayat 10: "sesungguhnya Allah SWT akan memberikan balasan atau pahala yang besar secara langsung kepada hamba-hamba-Nya yang bersabar."

Keutamaan puasa mendapatkan sambutan luar biasa dari Allah SWT. Keterangan ini disampaikan dalam sebuah hadist: setiap kebaikan akan dihitung 10 hingga 700 kali lipat, kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah punya-Ku (Allah) dan Aku sendiri lah yang akan memberikan pahala.

Puasa tak ubahnya pengendalian diri dan pendidikan ruhani. Sebuah proses pembentukan kepribadian yang membutuhkan ketekunan dan kesungguhan hati. Dalam hal ini Allah SWT menghargai kerja keras hamba-Nya yang berpuasa.

Nabi Muhammad SAW mengatakan, “demi dzat yang jiwaku di tangan-Nya, perubahan “aroma” mulut orang berpuasa jauh lebih wangi di sisi Allah SWT dari minyak misk, Allah SWT juga bersabda sesungguhnya orang berpuasa itu tengah menahan diri dari syahwat dan makanannya demi untuk-Ku semata, maka puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan pahala.”

Keistimewaan orang berpuasa diberitakan akan memperoleh janji masuk surga dan dapat bertemu dengan Allah SWT secara langsung. Keterangan ini disampaikan Nabi Muhammad SAW sendiri: surga memiliki pintu yang disebut Al-Rayyan, di mana pintu tersebut hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Tidak terbatas itu, orang-orang yang berpuasa akan mendapat kesempatan bertemu dengan Allah SWT sebagai balasan atas puasa yang mereka kerjakan.

Puasa sebagai pendidikan ruhani mampu mendekatkan kebahagiaan. Sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah menyebutkan bahwa orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika menjelang berbuka puasa dan kebahagiaan dapat melihat Allah SWT (di akhirat). 

Puasa memainkan peranan penting dalam membangun kedekatan hamba dengan Tuhannya. Puasa, sebagaimana hadist riwayat Abu Darda’, adalah pintunya ibadah. 

0 comments: