Masih tentang keterangan ibadah puasa sebagai ibadah istimewa di sisi Allah SWT. Sebuah hadits mengatakan: tidur orang berpuasa adalah ibadah. Dalam keadaan tidur, potensi seseorang bermaksiat mustahil terjadi: tidur membentengi seseorang dari pengaruh buruk yang menjauhkannya dari Allah SWT.
Sekalipun tidur itu ibadah, tak berarti tidur adalah ibadah yang diprioritaskan. Bulan Ramadhan ini adalah ladang menanam kebaikan sebanyak-banyaknya dan, tiada kebaikan yang lebih utama kecuali meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda: “ketika datang bulan suci Ramadhan akan dibuka pintu-pintu surga, akan ditutup pintu-pintu neraka, setan-setan dibelengu, dan dikatakan wahai orang-orang pencari kebaikan, kemarilah, dan wahai orang-orang pencari keburukan, berhentilah.”
Allah SWT membanggakan orang yang berpuasa di hadapan para malaikat-malaikat-Nya. Atas jerih payah hamba-Nya, Allah mengatakan puasa adalah ibadah yang hanya dikhususkan untuk-Nya. "Sesungguhnya ia (puasa) adalah punya-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan pahala."
Imam Al-Ghazali menjelaskan dua alasan kenapa puasa ibadah privat. Pertama, puasa pada hakikatnya adalah menahan (diri) atau meninggalkan (sesuatu), ini tentunya bersifat rahasia di mana hanya Allah SWT dan orang berpuasa itu sendiri yang mengetahui. Ibadah-ibadah lain seperti sholat atau zakat bersifat dhahir atau terlihat, dapat disaksikan kasat mata.
Kedua, puasa pada hakikatnya pelatihan atau pengendalian diri yang bertujuan untuk melawan “musuh” Allah SWT. Dalam hal ini setan adalah musuh yang dimaksud. Puasa dapat meredam hawa nafsu yang menjadi wasilah atau perantara bagi setan untuk menggoda dan menjerumuskan manusia. Pengaruh setan akan menguat dengan pemenuhan kebutuhan perut, sebaliknya akan melemah dengan pembatasan kebutuhan perut.

0 comments:
Post a Comment